Pages

Selasa, 18 November 2008

Review Gue Gak Takut Mati di Sindo



ini nih review buku Gw Gak Takut Mati di Harian Seputar Indonesia, Jum'at, 7 November 2008... ada yang tertarik? silakan beli bukunya..

"Cara Mati Paling Keren Untuk Anak Muda"
Judul : Gue Gak Takut Mati
Penulis : Ahmad Syakib
Penerbit : Hamdalah (Imprint Grafindo)
Tebal : 116 Halaman

Tenang, Jangan langusng berprasngka buruk sama judul artikel diatas. buku ini sama sekali enggak ngajarin kita untuk bunuh diri atau mengakhiri hidup dengan konyol, tapi malah menganjurkan kita untuk merenungi kematian.

iya, kematian. memang sih topik ini kayaknya bukan topik yang lazim untuk anak muda. biasanya, orang-orang yang sudah tua atau udzur saja yang ngomongin hal ini. Tapi jangan salah, kematian bisa datang kapan saja, dimana saja. klise memang tapi betul kan?

Nah, buku seukuran
handbook ini mencoba mengingatkan kita akan kematian yang bisa muncul sekonyong-konyong, enggak kenal umur, waktu dan tempat. disini dijabarkan, apa sih kematian itu, gimana rasanya Sakaratul maut, kenapa kita harus punya persiapan menyambut kematian, apa saja yang sering bikin kita lupa sama kematian dan bagaimana supaya kita mati dalam keadaan baik.

Nah, kalu kamu termasuk yang suka bikin dosa atau meremehkan dosa yang kamu buat, bab penutup yang isinya tentang investasi dalam hidup sebelum kematan wajib harus dibaca.

Info penting nih. Walaupun buku ini punya topik serius, cara penyajiannya khas anak muda banget. bahasanya enak dibaca, mirip kayak baca mading saja. jadi enggak kayak baca buku agama deh. (herita)

Minggu, 16 November 2008

Alvabet Keberhasilan Pribadi

dapat ini dari email seorang teman.. bermanfaat sih.. jadi dishare aja, kalo udah ada yang dapat ya dilewatin aja ya...

A : Accept.
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B : Believe.
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

C : Care.
Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

D : Direct.
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

E : Earn.
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

F : Face.
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

G : Go.
Berangkatlah dari kebenaran.

H : Homework.
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

I : Ignore.
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

J : Jealously.
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.

K : Keep.
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

L : Learn.
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

M : Mind.
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.


N : Never.
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.

O : Observe.
Amatilah segala hal di sekeliling anda.
Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.

P : Patience.
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

Q : Question.
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

R : Respect.
Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

S : Self confidence, self esteem, self respect.
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan kita dari saat-saat tegang.

T : Take.
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.

U : Understand.
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.

V : Value.
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

W : Work.
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa.

X : X'tra.
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

Y : You.
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z : Zero.
Usaha nol membawa hasil nol pula.

Memaafkan

Eduardo Da Silva. Bagi masyarakat kroasia adalah seorang bintang, walau namanya gak familiar dengan nama khas Balkan. Memang Eduardo da Silva seoarang kelahiran Brasil, tetapi di negaranya dia seakan kalah dengan nama-nama seperti Alexander Pato, Adriano, Kaka, dan bintang Brasil lainnya.

Maka itu ia memilih Kroasia sebagai negara yang dibelanya. Gak salah memang, coz di negara ini ia membesarkan karirnya. Terbukti di usian yang muda dia sudah mendapat tempat sebagai starter di timnas Kroasia. Slaven Bilic, pelatih, dan fans berat kroasia lainnya sangat menaruh harapan yang sangat besar kepadanya, di Euro 2008.
Nasib manusia siapa yang bisa nebak. Begitu juga dengan yang dialami oleh Eduardo, saat pertandingan Arsenal, klub tempatnya berkarir, berhadapan dengan Birmingham City, ia mendapat talking yang cukup keras dari Martin Taylor, pemain belakang Birmingham City. Tackling tersebut bisa dibilang cukup parah, dan cedera yang dialaminya serupa dengan apa yang menimpa Marco Van Basten yang terpaksa harus menyelesaikan karirnya di masa emasnya. Maka berakhir untuk sementara karir sepakbolanya baik di klub maupun di timnas, harapannya untuk tampil di Euro 2008 selesai sudah. Ia harsu beristirahat 6 bulan lamanya.


Banyak yang menangis terutama fans Arsenal dan tim nasional Kroasia. Banyak cemoohan dan makin yang dialamatkan kepada Martyn Taylor. Bahkan ada ancaman pembunuhan yang dialamatkan kepadanya. Sampai-sampai Taylor trauma dan takut walau hanya untuk keluar jalan-jalan di rumahnya.

Slaven Bilic, pelatih timnas Kroasia, mengatakan sangat terpukul atas cedera yang dialami Eduardo Da Silva. Menurut Bilic, Da Silva adalah pemain tak tergantikan di lini depan Kroasia.

Eduardo, yang Senin (25/2) genap berusia 25 tahun, mengalami cedera engkel cukup parah dalam laga Birmingham City vs Arsenal, Sabtu (24/2) di kompetisi Liga Primer Inggris. Striker Arsenal itu dikhawatirkan akan absen sampai akhir musim, dan tidak akan memperkuat Kroasia di Euro 2008. mungkin inilah kado hadiah ulang tahun terburuk yang pernah diterimanya.

''Kami memiliki seorang striker hebat di lini depan. Da Silva tidak tergantikan,'' ujar Bilic. ''Tapi saya tidak ingin berpikir terlalu jauh. Saya tidak bisa membayangkan Kroasia tanpa Eduardo Da Silva. Saya ingin ia sembuh dalam waktu dekat, atau setidaknya beberapa hari sebalum Euro 2008 dimulai.''

Media Kroasia melaporkan insiden itu besar-besaran, televisi menayangkan rekaman kejadiannya dalam siaran berita prime time sepanjang akhir pekan. Bahkan beberapa koran lokal mengirim wartawannya ke London untuk mengikuti perkembangan nasib Da Silva.

Kemarahan rakyat Kroasia juga merebak. Jutarnji List, surat kabar terkemuka di Zagreb, dalam tajuknya menulis; kebrutalan pemain belakang Birmingham City, Martin Taylor, mulai menghancurkan ambisi sebuah negeri kecil. "Tapi sebagai bangsa besar kami masih berharap meraih gelar Eropa,'' tulis suratkabar itu.

Koran itu juga menggambarkan cedera Eduardo Da Silva merupakan kematian bagi sepakbola indah. Surat kabar itu juga mengatakan sangat menghargai pernyataan Arsene Wenger yang mengusulkan Martin Taylor dihukum tidak boleh bermain bola seumur hidup. ''Wenger benar ketika kali pertama mengatakan Taylor harus dihukum, tapi menjadi tidak enak didengar ketika ia mengubah sikapnya,'' demikian koran itu berkomentar.
Dalam jajak pendapat singkat yang digelar koran itu, 41 persen publik sepak bola Kroasia mengatakan Taylor harus dihukum seumur hidup. Sedangkan 25 persen lebih suka melihat Taylor dihukum cukup lama.

Eduardo Da Silva juga mengirim surat terbuka dari London Hospital ke media Kroasia. Dalam suratnya Da Silva mengatakan tidak marah atas kejadian di lapangan yang membuatnya cedera. ''Saya dengan sepenuh hati menyampaikan terima kasih kepada semua fans, rekan-rekan di tim nasional, dan pelatih, yang telah memperlihatkan dukungannya.'' Semua itu, tulis Da Silva, sangat berarti bagi saya. ''Saya juga tidak berharap cedera saya membuat media Kroasia terus-menerus marah dan mengecam Taylor,'' tuturnya. Baginya cedera bagi seorang pesepakbola adalah hal yang wajar, dan bisa terjadi kapan saja. Dia tidak dendam dengan Taylor.

Eduardo telah mengajarkan kepada kita betapa pentingnya memaafkan sebelum dipinta.

Come Back

Come Back. Kata-kata ini biasa dipakai untuk sesuatu atau seseorang yang balik lag setelah menghilang. Dalam dunia olahraga, kata ini sering dipakai ketika seseorang atau sebuah klub berhasil berprestasi setelah lama terpuruk. Seperti sewaktu pertandingan Liverpool versus Wigan, dimana saat itu wigan sudah unggul 2-0 tetapi di akhir pertandingan skor berubah 3-2 untuk kemenangan Liverpool.

Liverpool memang dikenal sebagi sebuah klub yang sering ‘comeback’ dari kekalahan. Yang paling diingat penggemar sepakbola saat final Liga Champion tahun 2005. saat itu Liverpool harus bertemu dengan AC Milan, banyak jago dan pengamat yang mengungulkan AC Milan. Dugaan para pengamat itu hampir terbukti dimana dalam babak pertama saja Liverpool duah ketinggalan 3-0. tetapi, yang namanya ramalan masih butuh pembuktian, itulah yang terjadi. Pada babak kedua Liverpool bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 hingga memaksa pertandingan diakhiri lewat drama adu penalty dimana sebelumnya diadakan perpanjangan waktu 2x15 menit. Nah, dalam babak adu penalti, dimana kebruntugan yang biasanya diandalkan, Liverpool lebih beruntung dari AC Milan. Maka Juaralah Liverpool dan menangislah para peman Ac Milan.

Bukan sekali itu saja Liverpool melakukan hal yang serupa. Pada musim kompetisi 2008/2009 ini Liverpool sudah dua kali melakukannya yakni ketika menghadapi Manchester City, dimana Liverpool sempat tertinggal 2-0 lalu menyudahi pertandingan dengan skor 3-2. maka banyak pengamat yang menyebut Liverpool adalah team yang jago merubah keadaan terpuruk menjadi kekalahan. Istilahnya come back.

Nah, come back berhubungan dengan kekuatan mental. Banyak juga klub-klub besar ketika menghadapi klub kecil kalah, lalu tidak bisa membalikkan keadaan. Untuk melakukan merubah sesuatu atau bangkit dari keterpurukankita harus memiliki mental yang besar. Maka beruntung Liverpool memiliki seorang Steven Gerrard. Pemain yang satu ini dipercaya banyak orang sebagai aktor dibalik kejadian-kejadian ajaib dalam pertandingan Liverpool. Ia memiliki mental baja dan juara.

Sekarang pertanyaannya bagaimana kita memiliki mental yang kuat, haruskah kita menjadi seorang juara terlebih dahulu? Sesungguhnya tidak, kita memiliki mental juara bukan berarti kita harus menjadi juara terlebih dahulu. Sesungguhnya juara atau prestasi yang kita punya adalah akibat dari mental yang kita miliki itu. jadi tumbuhkan sebabnya dulu baru akibatnya mengikuti.

Satu cara agar kita memiliki mental juara adalah dengan selalu membangun cara pandang dan perasaan positif. Ini yang dilakukan oleh Rafael Benitez, pelatih Liverpool, kepada anak buahnya diruang ganti saat istirahat pada pertandinagn melawan AC Milan. Saat itu diakuinya bahwa memberikan teknik adalah sesuatu yang percuma ketika mental pemain sedang jatuh. Maka ia memotivasi permainan, bahwa belum habis masih ada 45 menit kedua. Beliau juga meyakinkan para pemainnya bahwa untuk menampilkan seluruh kemampuan terbaiknya. Maka berubahlah Liverpool di babak kedua.
Membangun pandangan positif akan sesuatu itu sangat penting, coz akan berhubungan dengan kepercayaan diri kita. Ahli hikmat mengatakan, “Kitalah yang membuat diri kita sengsara atau membuat diri kita kuat” jadi bukan orang lain yang menentukan prestasi kita.

Jagalah selalu cara pandang kita akan sesuatu. Buang jauh-jauh kata ‘tidak bisa’ yakinlah selagi kita berusaha maka apa yang akan kita tuju akan tercapai. Jadi, mari bangun terus cara pandang positif agar hidup semakin indah.

Senin, 03 November 2008

begini buku "Gw Gak Takut Mati" Muncul

Awalnya gak ada kesengajan atau niatan untuk membuat buku yang bertema kematian ini. yang ada pada saat itu hanya ingin menyelesaikan buku tentang suporter sepakbola yang hampir 20% lagi rampung. tapi apa daya filenya waktu itu hilang. tapi Insya Allah buku ini akan tetap hadir saat ini lagi proses pembuatan ulang kok.

Buku ini hadir dari satu pertanyaan "kenapa kita harus menyaipak kematian?" pertanyaa ini dilontarkan dalam perjalana pulang dari toko buku. jelas ini pertanyaan yang menohok dan sama sekali gak diduga-duga. akhirnya saya cari sana-sini, tanya ama ustad, ternyata banyak hal yang membuat kita harus menyiapkan kematian (kalo mau tahu beli bukunya ya?) yang membuat saya merinding waktu itu ketika membaca tentang proses kematian Rasulullah Muhammad Saw, bagaimana tidak merinding? wong manusia seagung beliau yang telah menyaipak kematian saja tetap meraskan sakit yang sangat dalam prosesnya, lalu bagaimana dengan kita2? ini pertanyaan yang harus dijawab bersama...